Kekeringan parah dari 2018 hingga 2020 sangat menghancurkan bagi ikan Penculate Oaks dan Brook. Seiring dengan tekanan lain seperti penyakit kayu dan deposisi nitrogen, kekeringan adalah pukulan terakhir bagi banyak pohon ek tua yang besar. Juga, sejumlah besar ikan sungai mati karena sungai mengering. Namun efek perubahan iklim terhadap spesies tumbuhan dan hewan juga terlihat di daerah tropis Kerajaan Belanda.
Untungnya, pembaruan Daftar Merah juga membawa berita positif: empat spesies tuna menunjukkan pemulihan. Peningkatan global ini menunjukkan bahwa alam dapat pulih setelah menghilangkan tekanan seperti industri perikanan. Namun bukan berarti penangkapan ikan tuna jenis ini kini bisa ditingkatkan lagi, butuh waktu bertahun-tahun agar populasi ikan ini pulih kembali. Bagaimanapun, populasi saat ini hanyalah sebagian kecil dari apa yang ada di laut sebelum industri.
Sumber: ANP

Surya Hidayat adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga membantu pembaca mengikuti perkembangan isu-isu penting. Melalui pendekatan yang objektif dan berorientasi pada fakta, Surya menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan informasi pembaca saat ini.

Berita Lainnya
Indonesia Aktifkan Kembali Desk Karhutla untuk Antisipasi Ancaman El Niño
Komunitas Adat di Indonesia Timur Hidupkan Kembali Sistem Perlindungan Laut Tradisional
Robot Mecha Berawak Pertama Siap Produksi Diperkenalkan di China