Produser Film Stephen De Jong Goes by the Book Tuhan Film oleh Rob Hammink. Mereka mengumumkannya pada hari Jumat.
Hammink mendasarkan bukunya, tentang seorang pria yang mencari cinta sejati di Sumatra, pada buku harian ayahnya yang ditempatkan di Sumatra selama prosedur polisi.
“Ribuan film dibuat tentang pendudukan Jerman,” kata de Jong. “Tapi tidak ada film tentang perjuangan kemerdekaan di bekas Hindia. Itu akan berubah sekarang.”
Hammink menemukan buku harian ayahnya, yang meninggal pada usia dini, di peti mati Indonesia di loteng yang tidak pernah dibuka keluarga setelah 1950. Naskahnya sedang dalam pengembangan. Keduanya sedang dalam pembicaraan dengan produsen Indonesia yang berpartisipasi yang tertarik untuk bergabung dengan proyek tersebut.
Dekolonisasi
Film ini sesuai dengan minat yang berkembang dalam dekolonisasi di Hindia Belanda antara tahun 1945 dan 1949. Pekan lalu, Kabinet menyetujui studi ilmiah besar-besaran tahun-tahun ini, “untuk menjelaskan periode itu dengan lebih baik.” Baru-baru ini, beberapa korban dan kerabat Indonesia telah mengajukan tuntutan hukum kepada negara atas pelanggaran selama periode tersebut.
Antara 1945 dan 1949 orang Indonesia berjuang untuk negara mereka dan Belanda berusaha mencegahnya dengan paksa. Pertempuran itu merenggut nyawa puluhan ribu orang. Pada saat itu, ini adalah operasi militer terbesar dalam sejarah Belanda, yang dikenal sebagai “Aksi Polisi”. Sejarawan Swiss-Belanda Remi Limbach baru-baru ini mencatat bahwa angkatan bersenjata Belanda secara struktural menggunakan kekerasan ekstrem selama periode ini.
De Jong saat ini sedang memberikan sentuhan akhir pada drama bersepedanya kabelYang seharusnya dirilis di bioskop pada tahun 2017.

Tania Safitri adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu-isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Tania menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kebutuhan dan minat pembaca, sekaligus membantu mereka memahami berbagai peristiwa yang sedang menjadi perhatian publik.

Berita Lainnya
Indonesia Perkuat Strategi Wisata Olahraga melalui Seri Lari Geopark 2026–2027
Produser Intan Kieflie Bawa Deretan Film Horor Indonesia ke Pasar Film Cannes
Australian Chamber Orchestra Akuisisi Viola Langka Maggini Tahun 1610